Dompet Dhuafa Singgalang Gelar THK 1447 H, Prioritaskan Dhuafa Pelosok dan Daerah Terdampak Bencana

Padang Pariaman — Dalam momentum Idul Adha 1447 Hijriah, Dompet Dhuafa Singgalang kembali menggelar program Tebar Hewan Kurban (THK) di sejumlah titik distribusi di Sumatera Barat, salah satunya di wilayah Padang Pariaman (28/05/2026). Program tahunan ini selalu difokuskan untuk menjangkau wilayah pelosok yang minim pelaksanaan kurban.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Singgalang, Novil Oksan Putra, mengatakan distribusi kurban tahun ini menyasar dua kategori wilayah, yakni daerah terdampak bencana dan kawasan pelosok yang jarang menerima hewan kurban.

“Sebaran titik kurban tahun ini difokuskan pada wilayah terdampak bencana serta daerah pelosok di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang selama ini jarang mendapatkan pelaksanaan kurban,” ujar Novil.

Salah satu titik pelaksanaan kurban berada di Kabupaten Padang Pariaman. Di wilayah tersebut, Dompet Dhuafa Singgalang menyembelih sebanyak 21 ekor kambing yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat dhuafa di berbagai daerah yang membutuhkan

Secara keseluruhan, pada Idul Adha tahun ini Dompet Dhuafa mendistribusikan 37 ekor sapi dan 21 ekor kambing. Proses penyembelihan dan distribusi dilakukan secara bertahap mulai Rabu (27/05/2026) hingga Sabtu (30/05/2026).

“Total 37 ekor sapi dan 21 ekor domba yang disembelih tahun ini mencakup wilayah pelosok serta daerah terdampak bencana. Distribusi terus dilakukan bagi warga dhuafa dan masyarakat yang tahun lalu terdampak bencana,” jelas Novil.

Ia menambahkan, hewan kurban jenis sapi berasal dari program Kampoeng Ternak (Kater) Ampuan Lumpo, Kabupaten Pesisir Selatan, serta Sentra Ternak DD Farm Solok. Sementara Kambing diperoleh dari DD Farm Solok dan DD Farm Padang Pariaman.

“Sebagai bentuk pemberdayaan peternak lokal, hewan kurban dibeli dari program Kampoeng Ternak dan DD Farm. Seluruh hewan juga telah melewati proses quality control (QC) untuk memastikan kelayakan hewan kurban bagi para sohibul kurban,” paparnya.

Selain fokus pada distribusi kurban, Dompet Dhuafa Singgalang juga terus mengampanyekan gerakan ramah lingkungan melalui program “Kurban Asik Tanpa Plastik”. Dalam pendistribusian daging kurban, panitia menggunakan besek dan anyaman bambu lokal yang dikenal masyarakat setempat sebagai kambuik.

“Kami terus menggunakan pembungkus ramah lingkungan berbahan anyaman bambu sebagai bagian dari kampanye kurban tanpa sampah plastik. Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan kambuik juga menjadi bentuk pelestarian budaya lokal,” tutup Novil.

Melalui program Tebar Hewan Kurban ini, Dompet Dhuafa Singgalang berkomitmen untuk terus menghadirkan senyum dan kebahagiaan bagi para mustahik di berbagai wilayah pelosok maupun daerah terdampak bencana. Dompet Dhuafa Singgalang juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur serta sohibul kurban yang telah mempercayakan kurbannya, sehingga manfaat kurban dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram