Berjuang Melawan LCH Sejak Usia 2 Tahun, Bantu Dirga Miliki Alat Bantu Pernapasan BiPAP

PADANG  – Di usianya yang baru menginjak empat tahun, Dirga Gintara harus menjalani perjuangan berat melawan Langerhans Cell Histiocytosis (LCH), penyakit langka yang dialaminya sejak berusia dua tahun. Kini, Dirga membutuhkan alat bantu pernapasan BiPAP yang harus digunakan selama 24 jam untuk menunjang kebutuhan pernapasannya.

Kondisi tersebut membuat Dirga dan keluarganya harus menghadapi masa-masa sulit. Di tengah keterbatasan ekonomi, orang tuanya berupaya memenuhi kebutuhan pengobatan sekaligus mengusahakan pengadaan alat bantu pernapasan yang diperkirakan bernilai Rp35 juta.

8f5c8a5b-cf9a-4de7-9e06-7d6bc357b6b7.jpg

“Kasihan anak saya, Pak. Setiap hari menangis kesakitan. Orang dewasa saja belum tentu kuat jika diberi sakit seperti ini. Sekarang, giginya yang baru tumbuh mulai copot, rambutnya juga hampir habis,” tutur ibu Dirga dengan lirih.

Sebelum jatuh sakit, Dirga tumbuh seperti anak-anak seusianya. Ia lahir dalam kondisi sehat dan menjalani masa pertumbuhan dengan baik. Namun, saat berusia dua tahun, kondisinya mulai berubah. Dirga yang sebelumnya ceria menjadi mudah lemas dan beberapa kali mengalami kesulitan bernapas.

Seiring perjalanan penyakitnya, kondisi fisik Dirga mengalami perubahan. Kulitnya tampak pucat dan muncul bintik-bintik merah. Giginya mulai tanggal, rambutnya semakin menipis, sementara bagian matanya mengalami pembengkakan hingga tampak menonjol. Kondisi tersebut juga disertai keluhan lain yang membuat kesehariannya semakin berat.

Di tengah perjuangan mendampingi Dirga menjalani pengobatan, kedua orang tuanya harus berhadapan dengan keterbatasan biaya. Sang ayah bekerja sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit dengan penghasilan yang tidak menentu dan baru menerima upah pada masa panen.  Sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa.
Di tengah perjuangan mendampingi Dirga menjalani pengobatan, Shelter Sehati, Rumah Singgah Pasien Dompet Dhuafa Singgalang, menjadi tempat singgah sementara bagi Dirga dan keluarganya selama menjalani pengobatan rawat jalan di RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Fasilitas ini sangat berarti bagi keluarga Dirga yang berasal dari Jorong Bukit Barangan, Desa Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Dengan adanya Shelter Sehati, Dirga dan keluarga memiliki tempat untuk beristirahat serta menjalani proses pengobatan di Padang tanpa harus terus-menerus memikirkan biaya tempat tinggal

Kini, salah satu kebutuhan mendesak Dirga adalah pengadaan alat bantu pernapasan BiPAP senilai sekitar Rp35 juta. Bagi keluarga dengan penghasilan terbatas, biaya tersebut menjadi beban yang sulit dipenuhi sendiri.

Melalui penggalangan bantuan ini, Dompet Dhuafa Singgalang mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu pengadaan alat tersebut dan kebutuhan berobat lainya,. Mari Salurkan Kebaikanmu Melalui : (BSI 234.66666.6 a.n. Dompet Dhuafa Republika) agar menjadi sebuah harapan bagi dirga serta ikhtiar untuk meringankan beban keluarga sekaligus mendukung perjuangan Dirga menjalani pengobatan.

Mari bersama hadirkan alat bantu pernapasan untuk Dirga. Konfirmasi donasi mu melalui nomor layanan Dompet Dhuafa Singgalang.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram