Sumbar, DD Singgalang — Dalam ikhtiar mencukupi kebutuhan harian keluarga, ditambah dengan adanya tantangan efek domino pandemi yang masuk ke sektor kesehatan bahkan ke sektor ekonomi, dan berakhir bebas ke angka resesi. Membuat banyak orang mesti berjuang “keras” untuk terus berusaha dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Seperti beberapa wajah dari penerima manfaat program Humanesia “Para Tangan Tangguh” DD Singgalang ini. Mereka yang hari ini ikut berperan dalam mencari nafkah untuk anak-anak dan keluarganya walau masih diterpa bayang-bayang pandemi. Hal ini membuat tim tergerak untuk memberikan bantuan modal usaha kepada mereka, agar semakin kokoh dalam mengembangkan usahanya.

Ada secarik cerita dari para penerima manfaat, diantaranya Bu Rinova Sari (29 th). Sehari-hari ia berjualan jagung rebus keliling. Mulai pagi hingga sorenya. Hal ini ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan harian untuk tiga orang anaknya dan satu orang kakaknya. Dua orang anaknya kini masih dibangku Sekolah Dasar, dan satu orang lagi masih balita.
Walaupun penghasilannya tak menentu, namun ia tetap gigih dalam berusaha. Kini ia tinggal di rumah nenek, sembari merawat kakaknya yang terkena gangguan kejiwaan. Baginya bantuan modal usaha ini sangat bermanfaat untuk tambahan modal usaha jagung rebusnya.

Kemudian Bu Maria (35 th), di tengah keterbatasan fisiknya, dia tetap keukeuh ikut membantu suaminya untuk mendapatkan tambahan penghasilan, dengan membuka usaha jahit pakaian di rumahnya.
Setiap hari ia mampu menyelesaikan jahitan pakaian pesanan pelanggannya. Disamping itu ia juga tercatat sebagai atlet cabang olahraga renang kebanggaan Tanah Datar. Dan pernah menorehkan prestasi dengan mendulang medali emas.

Terakhir, Bu Suryati (51 th), saat ini sudah berstatus single parent yang berusaha memberikan nafkah untuk 3 orang anaknya, suaminya sudah meninggal sejak tahun 2012 lalu. Dalam memenuhi kebutuhan, ia pun membuka warung kecil-kecilan di rumahnya.



