Varel Andhika Putra adalah anak bungsu dari enam bersaudara dan satu-satunya anak laki-laki dalam keluarganya. Ketabahan dan keikhlasan keluarga mereka benar-benar diuji ketika mengalami kehilangan besar dalam waktu yang sangat singkat. Dua tahun lalu, mereka harus merelakan dua sosok penting dalam hidup mereka: dua kakak Varel dan sosok panutan serta pemimpin keluarga, yaitu ayah Varel. Bulan Juni 2022 menjadi bulan yang penuh duka bagi mereka. Setelah kepergian ayah, hanya tiga hari kemudian, kakak Varel yang sedang dirawat di rumah sakit juga menyusul. Makam ayah bahkan belum kering dan masih tercium aroma bunga saat mereka harus menghadapi kehilangan kakak.

Kehilangan tersebut membuat keluarga Varel diterpa berbagai cobaan. Namun, di tengah semua itu, Varel sangat bangga memiliki ibu yang kuat dan tangguh. Ibu Varel berjuang sendirian untuk menghidupi mereka setelah kepergian almarhum suaminya. Ia menjalankan berbagai usaha kecil dari rumah, seperti menjual snack, sabun, dan permen. Dalam setahun terakhir, ibu Varel berjualan di depan sekolah sebagai pedagang kaki lima (PKL) di tepi trotoar, menjual minuman es, jus, dan kerupuk kuah. Meski situasinya tidak mudah, ibu Varel terus berjuang demi masa depan anak-anaknya.
Sebagai anak laki-laki, Varel merasa wajib menggantikan berbagai peran ayah dalam keluarga. Meskipun demikian, ibu Varel tetaplah tiang penyangga utama keluarga. Hal ini menjadi motivasi Varel untuk terus bersemangat dan berjuang dalam kehidupan. Varel belajar bahwa kehilangan orang tua membuatnya lebih mandiri, berkemimpinan, dan kuat dalam menghadapi berbagai masalah.
Varel memutuskan untuk mendaftar beasiswa YES (Youth Ekselensia Scholarship) setelah mendapat rekomendasi dari guru bimbingan dan konseling (BK). Awalnya, ia ragu karena saingannya akan sangat ketat di tingkat nasional. Namun, berkat dorongan guru BK, ia akhirnya mendaftar dan memenuhi semua berkas yang diperlukan. Varel yakin rezeki tidak akan kemana-mana, dan Alhamdulillah, ia lolos tahap administrasi.
Varel segera memberitahu ibunya tentang keterlibatannya dalam tes beasiswa ini dan memohon doa restunya agar bisa lolos ke tahap berikutnya. Berkat doa dan dukungan ibunya, Varel berhasil lolos tahap wawancara dan akhirnya dinyatakan sebagai penerima manfaat beasiswa YES 2023/2024. Saat menerima kabar tersebut, Varel tidak dapat menahan air mata kebahagiaan.
Program YES membawa perubahan besar dalam hidup Varel. Salah satu perubahan yang paling signifikan adalah perkembangan konsep dan pola pikirnya. Sebelumnya, Varel sering menyimpulkan sesuatu tanpa pemahaman yang mendalam. Namun, dalam bimbingan klasikal dan individu bersama mentor, ia diperkenalkan pada berbagai opsi pola pikir yang membuatnya berpikir lebih mendalam.
Kepemimpinan Varel juga semakin terasah. Ia diberi amanah sebagai ketua YES Padang. Pengalaman ini berbeda dari ketika ia menjadi ketua kelas sebelumnya, karena harus beradaptasi dengan anggota yang berasal dari berbagai latar belakang sekolah. Meski terdapat perbedaan, Varel tetap berusaha memahami dan menyatukan seluruh anggota YES PM angkatan #2.
Kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) Varel juga semakin terlatih. Berbicara dengan orang-orang yang belum dikenal sebelumnya menjadi hal yang biasa berkat bimbingan dan arahan mentor dalam program YES. Mentor selalu mendorong Varel untuk berbicara dengan berbagai pihak, dan hal ini membantu meningkatkan keterampilan komunikasinya.
Selain itu, dalam kegiatan Campus Preparation, Varel menyusun strategi untuk lolos jalur undangan Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Langkah pertama adalah memastikan ia memenuhi kriteria eligible agar dapat mengikuti seleksi SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi).
Kepuasan terbesar datang ketika Varel dinyatakan lolos SNBP dan diterima di Universitas Andalas jurusan Teknik Elektro. Varel menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang “egois/ambisius terhadap impian,” tetapi tetap diimbangi dengan realitas. Artinya, setiap orang memiliki keinginan yang jelas akan dicapai apapun caranya (egois), namun perencanaan sering kali tidak sesuai dengan realita. Orang yang egois atau ambisius akan selalu mencari solusi untuk meraih impian mereka.
Perjalanan ini mengajarkan Varel banyak hal tentang keteguhan, keberanian, dan arti sebenarnya dari sebuah impian. Ia merasa sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya, terutama ibunya, yang terus berjuang dan memberi semangat. Varel berharap pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bagi orang lain yang menghadapi tantangan serupa. Semoga kita semua bisa terus berjuang dan meraih impian kita, meskipun banyak rintangan yang harus dilalui.
Oleh: Yuli PIC YES Pusat



