Tinggalkan Kampung Halaman untuk Berdakwah di Siberut Mentawai

Mentawai, DD Singgalang– Sahabat masih ingatkah dengan kisah Ust Angga yang berdakwah di Dusun Buriai, Desa Sinaka, Kecamatan Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai. Nah, sekarang kita mau ceritain ke sahabat, kisah perjalanan dakwah dari Ustadz Syakirman salah seorang Dai Dompet Dhuafa, yang rela berjuang berdakwah dari kampung halamannya, untuk di tempatkan di pelosok Siberut, Mentawai. Berbeda pulau dengan Ustadz Angga. Yang terletak dari Ujung ke ujung pulau Mentawai.

Ustadz Syakir sapaan akrab beliau, adalah putra daerah asal Kabupaten Tanah Datar. Kampung asalnya di Jorong Padang Kunyik, Nagari Bungo Tanjung, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.

Tahun ini Ustadz Syakir meninggalkan kampung halaman untuk kembali berdakwah Mentawai. Sebenarnya berdakwah di pedalaman Mentawai bukan kali pertama baginya. Dakwah tahap pertama mulai 18 Juli 2018 berlokasi di Dusun Sarausau, Desa Katurai, Kecamatan Siberut Barat Daya. Kemudian 12 Desember 2018 dipindah tugaskan di Dusun Tubeket Desa Makalo Kecamatan Pagai Utara Selatan (Sikakap) sampai Oktober 2019.

Alhamdulillah sahabat, pengalaman panjang berdakwah Ustadz Syakir di Mentawai terulang lagi, tahun ini dirinya kembali terpanggil mensyiarkan dakwah di daerah Dusun Sarausau Siberut Barat Daya.  Di Dusun Tubeket (Sikakap). Kemudian di Kecamatan Siberut ada beberapa titik yaitu, Dusun Sarausau, Dusun Tiop,  Dusun Muara Siberut,  Dusun Mailepet.

“Untuk menjangkau semua titik lokasi Dakwah saat ini saya menggunakan transportasi darat dengan kendaraan motor pribadi, keadaan jalan yang sangat berlumpur dan licin. Untuk itu sangat dibutuhkan transportasi laut seperti perahu dakwah agar dapat mengunjungi lokasi yang sulit dijangkau dan masyarakat disana sangat membutuhkan,” terangnya.

Ada banyak program yang diusung, berupa pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan pembinaan kepada muallaf, bimbingan kepada anak-anak muslim di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). agar mendapatkan pelayanan yang baik bidang pendidikan,  kesehatan, dll. Ada juga pemberdayaan bidang pertanian, nelayan, dan budi daya yang bernilai ekonomis. 

“Program yang sudah terealisasikan adalah pemberdayaan pendidikan kepada anak-anak muslim di daerah 3T, yaitu Pusat Belajar Mengaji (PBM) dan program Bina Muallaf di Kecamatan Siberut Selatan berkolaborasi dengan dai dari lembaga lain. Kedepannya kita akan terus ikhtiar merealisasikan program lainnya,” tutur Ustadz Syakir yang juga merupakan alumni Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang Angkatan 2012 (Red: sekarang UIN).

Beberapa kendala dakwah, yaitu minimnya transportasi untuk menelusuri perkampungan, pengaruh cuaca, sulitnya akses jalan menuju lokasi dakwah memberi tantangan tersendiri bagi Ustadz Syakir. Ketertarikannya ingin berdakwah di pedalaman yaitu sebagai seorang yang fakir dengan Ilmu agama sekiranya berdakwah di perkotaan sudah sangat banyak hadirnya dai yang memiliki Ilmu yang luas dan luar biasa.

“Ini kesempatan bagi saya berdakwah di pedalaman. Karena dakwah adalah kewajiban sehingga saya mengambil peluang yang bisa saya lakukan. Mengajak masyarakat dengan mengamalkan ilmu agama yang ada,” papar ustadz Syakir.

Selain itu, misi dakwah di lokasi saat ini yaitu menggerakkan SDM atau potensi masayarakat muslim agar roda ekonomi semakin membaik. “Dengan tujuan anak-anak muslim mentawai mendapatkan pendidikan ilmu agama yang cukup sebagai bekal mereka. Saudara-Saudara kita yang muallaf mendapatkan bimbingan dan binaan agar semakin cinta kepada Agama Islam,” imbuhnya.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram