Padang, DD Singgalang– Sahabat, Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) adalah organ dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Dompet Dhuafa yang memiliki kefokusan mengelola program-program pendidikan berkualitas. Pengembangan pendidikan yang dilakukan LPI DD berbasis dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) serta dana sosial lainnya yang halal. Dana tersebut berasal dari berbagai pihak, baik dari individu, kelompok, institusi, maupun perusahaan.
Sebagai lembaga yang berkhidmat pada peningkatan kualitas pendidikan Indonesia, LPI DD berusaha memberikan kontribusi terbaik terhadap simpul terlemah bangsa, yaitu masyarakat marginal. Program pengembangan pendidikan terbaik dihadirkan guna mendayagunakan potensi-potensi yang dimiliki.
Tahun ini, LPI Dompet Dhuafa membuka program seleksi Beasiswa Yatim Ekselensia Scholarship (YES) untuk 5 titik daerah di Indonesia. Dimulai dari Kota Medan, Padang, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.
“Program beasiswa YES merupakan model program pendidikan untuk mewujudkan siswa yang cerdas, berakhlak mulia, hafiz, terampil, dan memiliki jiwa kepemimpinan dengan penerapan kurikulum pendampingan intensif dan pemberian bantuan biaya Pendidikan. Sasaran Program ini siswa-siswi SMA Negeri di Kota Padang yang saat ini kelas XII dan dari anak yatim serta memiliki ekonomi menengah kebawah,” papar Rosalina selaku Mentor YES Padang.
Alur tahapan seleksi beasiswa YES ini dimulai dari 14-16 Juni 2022, mentor YES bersama tim tim turun ke jalan untuk Roadshow ke SMA Negeri dikota Padang, SMA yang dikunjungi adalah SMAN 1 Padang, SMAN 2 Padang, dan SMAN 3 Padang. Kemudian, Tanggal 5-7 Juli 2022, tahapan seleksi untuk Calon Penerima Beasiswa YES. Sebanyak 22 orang siswa yang mengikuti tes tulis dan wawancara tepatnya di kantor Dompet Dhuafa Singgalang. Lanjut, 13-14 Juli 2022 melakukan survei kerumah (Home Visit).
“Selama tahapan seleksi saya selaku mentor sangat banyak sekali mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Salah satunya melihat semangat seorang ibu yang sudah ditinggal oleh suami, namun ia gigih untuk melanjutkan anak-anaknya agar tetap sekolah hingga ke jenjang perguruan tinggi,” kata Rosalina.
Sebagian ibu-ibu yang ditemui saat home visit yang pekerjaanya ada berjualan di warung-warung, tukang ojek, asisten rumah tangga dan banyak lagi, rata-rata penghasilannya yang hanya berkisar 70 ribu/ hari. Mereka memiliki semangat dan berjiwa optimisme tinggi.
“Saya melihat dari calon-calon yang mendaftar beasiswa ini ingin bersungguh-sungguh untuk sekolah, dan dapat melanjutkan pendidikan ke PTN favorit dan mendapatkan beasiswa nantinya. Saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya untuk semua TIM Dompet Dhuafa Singgalang yang membantu kelancaran program ini hingga sampai melaksanakan home visit di Kota Padang dan sekitarnya,” tutupnya.



