Dompet Dhuafa Singgalang dan Unand Rancang Desa Wisata Kopi

Dompet Dhuafa Singgalang dan Unand Rancang Desa Wisata Kopi
Dompet Dhuafa Singgalang dan Unand Rancang Desa Wisata Kopi

Sirukam, Kab. Solok- Dompet Dhuafa Singgalang dan Universitas Andalas merancang Desa Wisata Kopi di Nagari Sirukam Kabupaten Solok. Program ini berawal dari program pemberdayaan kelompok petani kopi yang telah dilakukan Dompet Dhuafa Singgalang sejak tahun 2019.

Saat ini kebun kopi yang dikelola oleh kelompok petani Cirubuih Indah Nan Jaya seluas sekitar 50 hektar dengan anggota 39 orang. Kelompok Tani dengan pendampingan dari Dompet Dhuafa Singgalang ini mengharapkan pengembangan dan diversifikasi usaha untuk memberikan dampak yang lebih luas ke masyarakat.

Dengan terlihatnya kondisi hasil yang positif dalam usaha petani kopi, Dompet Dhuafa Singgalang dan kelompok tani berencana mengembangkan bentuk usaha berupa menjadikan kawasan tersebut menjadi tempat ekowisata. Dalam hal ini Dompet Dhuafa Singgalang sudah memberikan jargon untuk kawasan ini disebut sebagai desa kopi. 

Pada akhir tahun 2020 ini, bekerjasama dengan Universitas Andalas dalam program “Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan”, peta jalan (road map) Desa Wisata Kopi ini mulai dirancang. Tim pengabdian masyarakat Universitas Andalas yang diketuai oleh Aadrean  menggandeng praktisi dan pelatih ekowisata nasional Ritno Kurniawan, untuk mengali kondisi, potensi serta langkah kedepannnya. Tim ini mengunjungi kebun kopi mengobservasi dan berinteraksi dengan petani, kelompok tani hingga Wali Nagari Sirukam pada Rabu (16/12/2020).

Abeng dan Yurledi selaku anggota kelompok penerima manfaat program ekonomi pemberdayaan kopi arabika Dompet Dhuafa SInggalang siap untuk mensupport kegiatan pengabdian Unand. Serta Yon salah seorang pengurus kelompok sangat antusias dengan rencana pengembangan ini, dan mempersilahkan lahannya untuk digunakan jika dibutuhkan untuk pengembangan lokasi dan fasilitas. Ketua Kelompok Tani sangat senang dengan rencana ini. “Kami ingin sekali mewujudkannya, tapi ilmunya belum ada kami miliki,” kata Adris Pelandri selaku Kepala Jorong Kubang Nan Duo ini.

Disamping itu pertemuan ini disambut baik oleh Wali Nagari Sirukam beserta jajaran, LPM, dan Ketua Pemuda Nagari Sirukam. Warga Sirukam akan sangat terbantu jika Desa Wisata Kopi ini segera terwujud. “Saat ini banyak warga yang harus ke Alahan Panjang tiap hari untuk menjadi buruh. Dengan adanya berbagai objek wisata, maka akan menciptakan banyak usaha dan lapangan pekerjaan baru di Nagari Sirukam. Sirukam memiliki banyak potensi, mulai dari potensi alam, budaya, sejarah hingga potensi makanan kuliner,” papar Romi Febriandri selaku Wali Nagari Sirukam.

Berdasarkan pengamatannya selama berkunjung ke Sirukam, Ritno Kurniawan salah seorang praktisi Ekowisata menyatakan bahwa Sirukam ini layak menjadi desa wisata, ada kebun kopi dan dekat dengan gunung Talang. “Rumah-rumah gadang warga bisa dijadikan home stay, dan banyak program dan paket wisata lain yang bisa dibuat. Ritno juga berbagai pengalamannya saat merintis wisata Air Terjun Nyarai di Lubuk Alung Padang Pariaman.

“Bahwa yang paling dibutuhkan itu adalah SDM yaitu pemuda yang memiliki semangat dan kemauan yang kuat untuk mewujudkan itu,” imbut Ritno. Disamping, dua orang pemuda yang merupakan mahasiswa baru asal Sirukam yang juga merupakan mahasiswa aktif Unand juga ikut tergabung dalam tim pengabdian ini, merekapun antusias untuk mengembangkan program wisata ini untuk kemajuan kampung halamannya. (Redaksi DD Singgalang).

TINGGALKAN KOMENTAR

Be informed!

berlangganan info DD