Bukan hal yang mudah untuk menjalani dan memenuhi kebutuhan hidup bagi ibu Samsinar dan suaminya dulu. Sehari-hari ia bekerja sebagai pengangkut batu dan kayu bakar sedangkan suaminya adalah pedagang ayam. Di tahun 2014, mereka pun memulai hijrah sebagai petani kopi. Mereka mulai membuka lahan dengan luas seperempat hektar dan menanam kopi. Awalnya mereka di cemooh oleh tetangga dan warga sekitar karena begitu berani membuka lahan, di tengah kondisinya yang masih kekurangan.
Nagari Sirukam, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, di mana tempat ibu Samsinar tinggal, memiliki banyak potensi alam yang tersembunyi. Termasuk kopi Arabica Solok kian menjadi komoditas unggulan yang banyak peminatnya. Untuk itu, menjadi peluang bagi ibu Samsinar dan suami untuk mengembangkan usahanya tersebut walaupun belum banyak masyarakat sadar akan potensi tersebut.
“Ya Allah, ya Tuhan. Semoga berhasil besok biar jadi contoh orang banyak. Supaya orang-orang yang seperti kita dulu tidak susah juga hidupnya,” doa Ibu Samsinar saat lahan tersebut dibuka.
Di tahun 2019, Dompet Dhuafa menggulirkan program pemberdayaan pada Kelompok Tani Sirubuih Indah Nan Jaya yang berjumlah 25 orang. Ibu Samsinar dan suaminya adalah salah satu penerima manfaat yang ada di dalamnya. Ada pemberian fasilitas kelompok mulai dari bibit hingga tempat pengolahan pasca panen. Para petani juga mendapat pendampingan, pembinaan, pemasaran, hingga pengolahan limbah menjadi pupuk kompos.
Kini luasnya lahan ibu Samsinar sudah 2,5 hektar dan memiliki 2500 batang tanaman kopi. Setiap 15 hari panen menghasilkan rata-rata 200-300 kg. Pasar Koperasi Solok Radjo sendiri menampung rata-rata 30 ton/bulan. Dengan kebutuhan ekspor ke beberapa negara seperti Jepang, Amerika, dan Thailand.
Tentunya apa yang telah ibu Samsinar dan suami lakukan serta dukungan Dompet Dhuafa, membawa rezeki tersendiri bagi masyarakat sekitar. Tingkat kesejahteraan pun menjadi lebih meningkat dibanding sebelumnya. Zakat yang sahabat amanahkan, bukan saja menjadi kebahagiaan kita secara personal, tapi juga manfaat luas bagi mereka para petani kopi seperti Ibu Samsinar.
Apa yang sahabat rasakan saat zakat sudah ditunai ditunaikan?
(Liputan: Markom Dompet Dhuafa Pusat)



