“JANGAN BIARKAN SAUDARA KITA KEHILANGAN TEMPAT SUJUD, MARI AMBIL KEBAIKAN WAKAF MASJID DI CHIBA, JEPANG”
Bayangkan jika suatu hari masjid tempat kita salat harus ditutup karena masa sewanya habis. Tidak ada lagi tempat berkumpul, belajar Al-Qur’an, atau menunaikan salat berjamaah. Kondisi inilah yang dirasakan sebagian saudara Muslim kita di Jepang. Di tengah kemajuan negara yang dikenal modern dan maju, masih banyak umat Muslim yang beribadah dengan keterbatasan karena belum memiliki tempat ibadah yang permanen.
Jepang dikenal sebagai salah satu negara paling maju di dunia. Namun bagi umat Muslim yang tinggal di sana, menemukan tempat ibadah yang layak masih menjadi tantangan besar.

Banyak masjid dan mushala yang masih berstatus sewa. Adzan tidak berkumandang sebagaimana yang biasa kita dengar. Bukan karena tidak ada Muslim, melainkan karena keterbatasan ruang membuat mereka harus menjalankan ibadah dalam berbagai keterbatasan.

Tak sedikit yang menunaikan salat di sudut-sudut gedung, lorong yang sepi, atau ruang-ruang sementara yang jauh dari kata ideal. Mereka beribadah dalam diam, memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk tetap menjaga hubungan dengan Allah SWT.
Salah satu wilayah dengan populasi Muslim yang cukup besar adalah Prefektur Chiba. Diperkirakan lebih dari 15.000 Muslim tinggal dan beraktivitas di kawasan ini. Namun, jumlah tempat ibadah yang tersedia masih sangat terbatas.
Masjid-masjid kecil yang selama ini menjadi pusat kegiatan umat pun menghadapi ancaman yang nyata. Salah satunya adalah Masjid Al-Ikhlas Kabukicho. Setelah bertahun-tahun menjadi tempat salat berjamaah, pusat pembelajaran Al-Qur’an, serta ruang pembinaan bagi para mualaf, masjid tersebut harus ditutup karena kontrak sewanya tidak dapat diperpanjang.


Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya sebuah bangunan sewaan. Namun bagi jamaah yang selama ini menghidupkannya, masjid tersebut adalah tempat pulang, tempat belajar, tempat bertumbuh dalam iman, dan tempat menemukan keluarga dalam Islam.
Kenyataan ini menyadarkan kita bahwa di Jepang, sebuah masjid dapat hilang kapan saja ketika masa sewa berakhir. Sementara untuk memiliki lahan sendiri, biayanya sangat besar dan sulit dijangkau oleh komunitas Muslim yang jumlah dan sumber dayanya terbatas.
Karena itu, kami mengikhtiarkan pembangunan Masjid Al-Muttaqin di Chiba, Jepang.
Kami berharap masjid ini dapat menjadi tempat ibadah yang aman, layak, dan permanen bagi umat Muslim di sana. Bukan sekadar ruang untuk menunaikan salat, tetapi juga pusat pembinaan umat, tempat belajar Al-Qur’an, ruang tumbuh bagi generasi Muslim, dan rumah bagi para mualaf yang sedang menguatkan keislamannya.

Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa membangun masjid karena mengharap ridha Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah yang serupa di surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hari ini, kami mengajak Anda menjadi bagian dari ikhtiar mulia ini.
Mari bersama-sama mendoakan dan mendukung terwujudnya Masjid Al-Muttaqin. Semoga Allah memudahkan hadirnya lahan yang strategis, aman, dan layak untuk dibangun sebagai pusat peradaban Islam di Chiba.
✨ Agar tak ada lagi saudara kita yang kesulitan mencari tempat bersujud.
✨ Agar anak-anak Muslim dapat belajar Al-Qur’an dengan tenang.
✨ Agar para mualaf memiliki tempat pulang yang tetap.
✨ Agar cahaya Islam terus menyala di Negeri Sakura.
Klik Wakaf Sekarang. Jadilah bagian dari hadirnya masjid permanen untuk Muslim Jepang. 🤲🏻🕌
Belum ada update