Langkah kaki itu pernah menjadi saksi semangat dakwah.
Dari rumah ke rumah, dari satu dusun ke dusun lain, Ustadz Angga (30 tahun) berjalan menyusuri jalanan tanah di Dusun Tubeket, Mentawai. Bila tak ada kendaraan, ia menunggu kebaikan warga—menumpang kapal nelayan, bahkan perahu kecil—demi satu tujuan: menyampaikan ilmu agama Islam kepada saudara-saudara Muslim di pelosok.
Sudah hampir lebih kurang 5 tahun Ustadz Angga menjalankan amanah sebagai Da’i Pemberdaya Dompet Dhuafa di Mentawai. Ia meninggalkan kampung halamannya di Jawa Timur, menempuh perjalanan panjang melalui Dermaga Teluk Bayur Padang, lalu melanjutkan dengan kapal perintis menuju Mentawai. Semua dijalani di tengah masa pandemi, dengan tekad yang tak pernah surut.

Hari demi hari, Ustadz Angga berbaur dengan masyarakat Tubeket—belajar budaya, menjalin hubungan dengan tokoh adat, dan perlahan menghidupkan kembali semangat keislaman di daerah minoritas Muslim.
“Masyarakat Muslim di Tubeket sangat rindu belajar ilmu agama. Antusiasme mereka menjadi energi besar bagi saya untuk terus berdakwah,” tutur Ustadz Angga.

Dari pengajian ibu-ibu, TPA/TPSA anak-anak, praktik ibadah seperti sholat jenazah, layanan bekam gratis, hingga mengaktifkan kembali Masjid Nurul Huda Tubeket—semua dijalankan dengan keterbatasan yang ada.
Beberapa bulan terakhir, dakwah pun diperluas hingga ke Dusun Boriai, Desa Sinakak, Kecamatan Pagai Selatan. Daerah terpelosok yang membutuhkan waktu hingga 5 jam perjalanan dari Tubeket, dengan medan terjal dan berlumpur. Akses satu-satunya hanyalah kendaraan roda dua.

Kini, Dai Cordofa Dompet Dhuafa telah menugaskan dua orang da’i untuk terus menyiarkan Islam di Mentawai. Namun, perjuangan mereka kembali diuji. Motor dakwah yang sebelumnya digunakan kini sudah menua, sering mogok, dan tak lagi andal untuk menembus pelosok. Padahal kendaraan inilah nadi utama dakwah—penghubung antara ilmu dan umat.
Sahabat, dakwah tak pernah meminta kemewahan. Ia hanya butuh alat agar bisa sampai.
Mari bersama menghadirkan kembali Motor Dakwah, agar para da’i bisa meluaskan jangkauan, menjemput saudara-saudara kita yang masih menunggu cahaya ilmu Islam di pedalaman Mentawai.
✨ Sedekahmu hari ini, bisa menjadi jalan dakwah bertahun-tahun ke depan. klik untuk Sedekah Sekarang
Belum ada update