Di sudut dunia yang terusik perang, Gaza berdiri sebagai saksi luka terdalam kemanusiaan. Setelah gencatan senjata runtuh, jalur sempit itu menjelma menjadi puing-puing duka. Suara ledakan menelan tawa anak-anak, serta tangisan orang tua kepada anaknya menjadi nyanyian pilu yang tak lagi asing.

Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan pada juli 2025 sedikitnya 59.733 warga Palestina tewas dan 144.477 jiwa terluka. Sampai sekarang angka itu terus bertambah, sementara ribuan korban masih terkubur di bawah reruntuhan—tak sempat diselamatkan, tak sempat berpamitan.
Bayangkan, 2,3 juta penduduk Gaza kini berjuang tanpa air bersih, tanpa pangan, tanpa listrik, tanpa tempat aman untuk sekadar berlindung. Rumah sakit yang seharusnya menjadi benteng terakhir kehidupan, justru ikut jadi sasaran serangan Zionis Israel. Ambulans diburu, tenaga medis gugur, dan dunia…… apakah kita masih memilih diam?
Pertanyaan besar menggantung di udara: sampai kapan Palestina harus menanggung derita seorang diri ?

Namun di balik keputusasaan itu, masih ada cahaya harapan. Harapan itu datang dari hati-hati yang peduli—dari kita yang tak rela diam menyaksikan kebiadaban ini.
Sahabat, kita mungkin tak mampu mengangkat senjata. Tapi kita bisa mengulurkan tangan. Kita bisa berdiri bersama mereka melalui doa dan sedekah. Setiap rupiah yang kita sisihkan adalah nafas baru bagi anak-anak Gaza, menjadi seteguk air bagi ibu dan anak yang kehausan, menjadi obat bagi mereka yang terluka.

Jangan biarkan Palestina menjadi sekadar catatan sejarah. Jadilah bagian dari perjuangan hari ini. Karena sekecil apapun kepedulian kita, itu adalah ikhtiar melawan kezaliman.
💔 Mari bersuara dengan tindakan. Mari berdonasi untuk Palestina.
Belum ada update
|
|
23 Oct 2025 Mutia |
Rp 100.302 |
|
|
23 Oct 2025 Mutia |
Rp 150.495 |
|
|
12 Sep 2025 FINNA AFIFAH S |
Rp 525.074 |
|
|
12 Sep 2025 FINNA AFIFAH S |
Rp 525.036 |
|
|
22 Apr 2025 Arif Sanjaya |
Rp 2.500.172 |
|
|
11 Apr 2025 Djadmawati |
Rp 200.339 |
|
|
24 Mar 2025 Hamba Allah |
Rp 200.286 |