Di balik tawa senyum lembutnya, Haqqi tengah berjuang melawan gangguan pendengaran sensorineural sangat berat (SNHL 100 dB) di kedua telinganya. Kondisi ini membuat Haqqi nyaris tidak bisa mendengar suara apa pun. Sejak usia 8 bulan, ia tidak pernah merespons panggilan orang tuanya — dunia terasa begitu hening bagi bocah kecil ini.

Kini, Haqqi telah menggunakan dua alat bantu dengar (ABD) dan menjalani terapi Auditory Verbal Therapy (AVT) serta terapi wicara di rumah sakit. Namun, hasilnya belum menunjukkan perkembangan yang berarti karena tingkat gangguan pendengaran Haqqi yang sangat berat.
Satu-satunya harapan besar bagi Haqqi untuk bisa mendengar dan berbicara adalah operasi implan koklea, dengan biaya mencapai Rp600 juta untuk kedua telinga, termasuk perawatan dan terapi pascaoperasi yang harus dijalani secara rutin.
Ayah Haqqi bekerja sebagai tenaga honorer di pondok pesantren di Kota Padang, sementara sang ibu, Suci Fitri Syahni, mendampingi Haqqi dalam setiap sesi terapi. Dengan penghasilan terbatas, mereka berjuang penuh cinta agar Haqqi bisa mendengar dunia di sekitarnya — sebuah hal yang bagi banyak anak mungkin terasa sederhana, tapi bagi Haqqi adalah keajaiban yang sangat dinanti.

“Sebagai seorang ibu, tidak ada hal yang lebih saya rindukan selain mendengar suara anak saya memanggil ‘Ibu’ untuk pertama kalinya.”
“Kami hanya berharap Haqqi bisa mendengar, berbicara, dan tumbuh seperti anak-anak lainnya.”
Biaya operasi ini terlalu besar untuk keluarga kecil kami, tetapi kami percaya, kebaikan para dermawan dapat menjadi jembatan suara bagi Haqqi. Setiap rupiah yang Anda donasikan membawa harapan agar telinganya dapat mendengar untuk pertama kali.
Mari bantu Haqqi mendengar dunia.
Mari bantu doa dan donasi terbaik Anda agar senyum kecil ini bisa berkata, “Ibu, aku bisa mendengar.” ❤️
Belum ada update