Pendidikan di Tengah Pusaran Virus Covid-19

Hari Pendidikan Nasional yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia merupakan wujud dari menghargai jasa pahlawan bangsa yaitu untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor Pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga Pendidikan Taman Siswa. Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei, bertepatan dengan hari ulang tahun Ki Hadjar Dewantara, Pahlawan Nasional yang dihormati sebagai Bapak Pendidikan Nasional di Indonesia.

Memperingkati Hardiknas tahun ini sangatlah jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Dimana dunia dihadapkandengan kondisi yang sangat memprihatikan, mengancam kehidupan, dan telah merenggut nyawa manusia. Khususnya Negara Indonesia sampai hari ini dimana anak-anak bangsa belum bisa duduk dibangku sekolah.Dampak mewabahnya virus corona (Covid-19) kini juga telah dirasakan oleh dunia Pendidikan. Hal ini telah diakui oleh organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada Kamis (5/3), bahwa wabah virus corona telah berdampak terhadap sektor pendidikan. Hampir 300 juta siswa terganggu kegiatan sekolahnya di seluruh dunia dan terancam hak-hak pendidikan mereka di masa depan.

Di Indonesia sendiri, dunia pendidikan juga ikut merasakan dampaknya. Pemerintah langsung tanggap darurat, seluruh siswa dari TK/ Paud, SD, SMP, SMA/SMK hingga Perguruan Tinggi untuk sementara kegitan belajar mengajarnya melalui daring atau melalui jalur online, karena dikawatirkan akan terkena dampak virus corona ini. Selama 14 hari yaitu mulai tanggal diumumkannya oleh Pemerintah (16 Maret hingga 31 maret 2020) dan kembali masuk ke sekolah atau kampus tanggal 1 April 2020 seluruh kegitan belajar mengajar di sekolah diliburkan dan diganti tugas secara daring atau online. Kemudian karena semakin meningkat jumlah orang yang terindikasi kena Covid-19 sehingga masa libur diperpanjang hingga tanggal 18 April 2020, dan masuk kembali tanggal 20 April 2020. Bahkan sampai saat ini kondisi semakin memprihatikan dimana anak penerus bangsa belum dapat kesekolah. Mereka hanya bisa belajar dirumah dengan tugas yang diberikan oleh pendidik.

Dalam hal ini pihak sekolah sudah memberikan imbauan yang berupa sosialisasi maupun surat edaran dari Dinas Pendidikan bahwa kedua orang tua siswa tidak diperkenankan melakukan kegiatan di luar rumah, dan tetap memantau perkembangan anak dalam hal belajar di rumah.Kemendikbud membuat kebijakan belajar dari rumah sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).Hampir seluruh pemerintah daerah telah menerapkan kebijakan ini sebagai bentuk memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Belajar di rumah, tidak berarti memberikan tugas yang banyak kepada siswa atau mahasiswa, tetapi menghadirkan kegiatan belajar mengajar yang efektif sesuai dengan kondisi para peserta didik. Belajar dirumah memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar bersama keluarga atau orang tua. Oleh karena itu melalui strategi belajar dirumah siswa akan dapat mengatur waktunya sendiri untuk berlatih mengerjakan berbagai soal atau membaca ulang atau memperdalam materi baik secara mandiri atau dengan bantuan orang tua sehingga penguasaan terhadap materi pelajaran menjadi semakin sempurna.

Belajar dirumah merupakan metode mengajar yang diberikan guru kepada siswanya dengan tujuan membiasakan dan merangsang siswa tekun, rajin, dan giat belajar terutama belajar di rumah. Di sisi lain belajar dirumah  memberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman yang lebih banyak agar kepribadian dan penalarannya berkembang. Dengan pemberian tugas berarti pula menganggap siswa bukan hanya sebagai objek pendidikan tetapi juga sebagai subjek pendidikan yang harus mencari dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya di bawah bimbingan dan pengarahan guru.

Pusat kegiatan pemberian pekerjaan rumah berada pada siswa dan mereka disuguhi bermacam-macam masalah agar mereka menyelesaikan, menanggapi dan memikirkan masalah tersebut. Yang penting bagaimana melatih siswa agar berfikir bebas ilmiah (logis dan sistematis) mempertanggungjawabkannya.  Dengan belajar dirumah, diharapkan dapat membiasakan siswa untuk selalu belajar dan dengan kebiasaan belajar tersebut maka dengan sendirinya motivasi untuk belajar tumbuh dalam diri siswa tersebut

Tugas guru saat ini adalah membantu pemerintah agar para siswa tetap sehat di tengah wabah Covid 19. Social distancing membuat mereka tidak bisa belajar bersama, guru harus mendesain tugas agar siswa bisa merasa sedang rekreasi di rumah sendiri. Misalnya, ganti tugas meringkas dengan membuat peta pikiran dari hasil bacaan. Membuat peta pikiran akan membelajarkan siswa memaknai bacaan tanpa dipaksa. Imajinasi dan kreativitas siswa akan berkembang dan bisa membuat mereka bahagia. Tugas yang membahagiakan juga bisa dimulai dengan memberikan opsi atau pilihan kegiatan sehingga siswa bisa memilih jenis kegiatan yang mereka paling sukai untuk dikerjakan. Maupun mengerjakan soal-soal yang ada pada buku tema.

Guru bisa memberikan pilihan tugas rumah kepada siswa. Jika ini dilakukan mungkin akan melatih anak untuk berpikir kreatif dalam menentukan dan mendesain sendiri apa yang ingin mereka lakukan terkait tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. Berikan juga tugas proyek individu, seperti menulis cerpen, membuat komik, membuat poster, menulis synopsis, menulis puisi, menulis skenario drama, melukis, membuat jurnal kegiatan selama belajar di rumah, atau membuat laporan tentang perkembangan wabah Covid 19.Pelaksanaan ujian naik kelas semester tahun ini dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya.

Selain itu juga dengan adanya musibah ini diharapkan seluruh lapisan masyarakat saling bekerja sama dalam menjaga kesehatan juga kebersihan lingkungan, terutama dalam menjalankan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu juga menambah keimanan dengan cara selalu mendekatkan diri kepada Tuhan YME, mentati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dibulan yang penuh keberkahan. Mari kita berdao kepada Tuhan YME agar wabah Covid 19 ini bisa musnah dibulan Ramadhan yang suci ini. Dan kita bisa beribadah dengan dengan khusuk dan bisa datang ke rumah Allah dengan beribadah secara berjamah. “Aamiin”

Ayo Guru Indonesia, bangkitlah kembangkan sayapmu seperti sang Burung Garuda yang selalu  menggibarkan sayapnya demi Indonesia tercinta. Selamat  Hari Pendidikan Nasional tahun 2020 jaya Indonesiaku dan jayalah Guruku.

Oleh: Yalhendra Sunata Guru SDN 14 Ganting Dodok Kab. Solok

 

 

 

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram