Sumut, DD Singgalang– Letak geografis Indonesia yang berada pada jalur cincin gunung api membuat potensi terjadinya bencana sangat tinggi. Berangkat dari hal tersebut, Disaster Management Center (DMC) mengadakan pelatihan kebencanaan bertempat di Sitongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Dalam gelaran pelatihan ini, DMC menunjuk Dompet Dhuafa Waspada sebagai tuan rumahnya, Jumat (28/01/2022).

Pelatihan tersebut diikuti oleh Mitra Pengelola Zakat (MPZ) dan Zona Layanan Dompet Dhuafa se-Sumatera Raya. Hal ini dilakukan guna menyatukan dan memperkuat kapasitas MPZ dan Zona Layanan Dompet Dhuafa sebagai garda terdepan pencegahan dan penanggulangan bencana di Indonesia.

Senior Officer Aliansi Strategis-Mitra Pengelola Zakat Dompet Dhuafa, Imam Alfaruq mengatakan kegiatan ini diharapkan agar para peserta tetap bisa mewujudkan spirit Islam dimanapun dan kapanpun. “Dalam kondisi apapun termasuk di dalamnya kondisi bencana, dengan kekuatan gerakan kemanusiaan ini didasari oleh iman dan Islam yang kuat, kita mesti siap siaga . Siap turun dalam aksi kemanusiaan, terutama dalam penanggulangan bencana,” tutur Imam.
Dompet Dhuafa Singgalang turut mengirim delegasi dalam kegiatan pelatihan ini. Salah seorang peserta delegasi, Jejen Purwanto mengatakan baginya pelatihan ini sangat bermanfaat sekali dalam kesiap siagaan menghapi bencana alam.
“Tentunya kita mampu menyiapkan diri (individu) yang berpotensi dalam evakuasi bencana dan mampu menyelamatkan penyintas dengan professional,” kata Jejen.
Disamping itu banyak ilmu yang di dapat, terutama ilmu evakuasi bencana serta menambah skill diri pribadi. Berbagai materi yang diikuti diantaranya Assessment, Manajeman Posko, Water Resque, Analisa Iklim dan Dampak Sosial, Triser dan Pertolongan Pertama Pada Gawat Darurat (PPGD).
“Acara nya sangat luar biasa, menyatukan insan-insan kemanusiaan dari berbagai provinsi, seperti dari Prov. Riau, Sumbar, Palembang, Aceh dan Medan. Kegiatan ini dapat menambah khasanah pertemanan dan keakraban sesama insan-insan kemanusiaan,” terangnya.
“Kedepannya semoga kita lebih mengetahui lagi teori-teori dan ilmu seputar kesiap siagaan dalam menghadapi berbagai jenis bencana,” imbuhnya.



